Rabu, 28 Juni 2017

Tips Perlengkapan Dalam Mendaki Gunung


Illustration

Mendaki gunung  merupakan suatu hobi yang banyak di gemari oleh kalangan remaja. Suatu kegiatan sekaligus hobi yang menantang adrenalin dan memberi  kesan keindahan alam ini mulai buming atau tenar pada tahun 2012 akhir karna sebuah film yang berjudul  “5cm”. Film tersebut menceritakan tentang  5 orang sahabat yang mendaki Gunung Semeru dengan berbagai macam rintangan yang dilalui namun tetap peduli dan saling tolong-menolong satu sama lain. Dari situ lah mungkin rasa keinginan remaja saat ini mendaki gunung dengan teman dan juga sahabat mereka. Banyak orang berkata bila naik gunung disana kita dapat mengukur pertemanan atau  persahabatan kita terhadap teman kita, siapa kah yang peduli dan siapa kah yang hanya mementingkan diri sediri. Kita bisa melihatnya ketika di perjalanan mendaki nantinya.

Pembahasan kali ini saya akan memberikan pengalaman saya tentang apa saja yang kita akan bawa sebelum memulai Mendaki Gunung/Hiking.

·         Perlengkapan Pribadi
1.       Jaket tebal
2.       Baju
3.       Celana pendek
4.       Celana Panjang / Celana Training / Celana Cargo
5.       CD (Celana Dalam)
6.       Sarung tangan
7.       Kupluk  / Topi
8.       Sleeping Bag / Kantung Tidur
9.       Senter / Head Lamp
10.   Sepatu Outdoor
11.   Kaos kaki tebal (Cadangan)
12.   Sandal Gunung

·         Perlengkapan Masak
1.       Nesting (panci kecil)
2.       Kompor parafin / kompor gas kecil
3.       Parafin / Gas Botol
4.       Gelas dan Sendok Garpu
5.       Pisau / Gunting

·         Logistik
1.       Mie Instan
2.       Air Mineral
3.       Beras
4.       Madu
5.       Biskuit
6.       Coklat dan Permen
7.       Sosis, Ikan Sarden atau Otak-otak
8.       Bubur Kacang Ijo

·         Perlengkapan lainnya
1.         Tenda
2.         Matras
3.         Jas Hujan
4.         Obat-obatan
5.         Masker
6.         Body Lotion / Hand body
7.         Kamera
8.         Tas kecil (backpack/slempang)
9.         Tas Carriel
10.     Cover Bag ( mantel tas)
11.     Sikat Gigi
12.     Sabun dan Sabun Muka
13.     Tali
14.     Tissu basah dan Tissu Kering
15.     Power Bank
16.     Kantong Sampah



KETERANGAN:
Dari keterangan di atas saya membagi  4 bagian perlengkapan karena untuk memudahkan penempatan barang-barang sesuai dengan jenisnya. Pertama perlengkapan pribadi harus lah di pisahkan dari perlengkapan yang lain, biasanya saya menempatkan perlengkapan pribadi saya dengan sebuah plasitk berbeda begitu juga letaknya. Saya menggunakan kantung plastik besar nantinya akan di isi dengan barang-barang yang saya jelaskan di atas. Baju dan celana biasanya saya membawa sesuai berapa hari kita ke tempat tersebut.  Kedua saya menaruh logistik dalam plastik berbeda dengan barang pribadi, yang pastinya agar tidak bau bila di gabungkan.

PENEMPATAN:
Pada penempatan sebuah barang saya membaginya sesuai dengan tas yang akan kita bawa. Perlengkapan-perlengkapan seperti perlengkapan pribadi saya menempatkan pada Tas Cerriel. Pertama, saya melipat matras berbentuk bulat lalu di masukan ke dalam carriel dengan posisi vertikal dengan lubang di tengahnya, setelah itu saya masukan perlengkapan pribadi yang sudah di ikat plastik ke dalam matras, lalu saya taruh paling bawah. Mengapa saya taro paling bawah karna saat perjalanan pastinya kita tidak sempat lagi untuk mengganti pakaian, pastinya hanya memikirkan haus, lapar dan kelelahan. Selanjutnya pada sisi tengah carriel biasanya saya mengisi dengan terpal tenda dan alat-alat masak se-muatnya. Pada sisi samping saya menaruh frame tenda dan juga air minum, dan pada atas saya menaruh jas hujan dan juga sandal gunung.
Kedua, perlengkapan logistik biasanya saya menaruh pada tas yang berbeda agar tidak terjadi rusaknya makanan dan bau pada pakaian. Walaupun di daerah hutan kita harus tetap menjaga bau aroma tubuh kita dan menjaga dari binatang yang mencium bau yang menyengat dari makanan, agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan. Biasanya saya menaruh logistik pada tas backpack dengan ukuran lebih kecil dari carriel, tujuan lainnya saya memisahkan barang tersebut apabila kita kelaparan atau ingin makan-makanan ringan saat perjalanan kita tidak lagi repot-repot membuka tas carriel yang besar. Cukup dengan tas backpack yang penuh makanan kita mudah untuk menggambilnya dan tidak kesusahan menata dan menutup tas kembali.


Sekian sedikit pengalaman yang saya berikan, semoga bermanfaat bagi para pembaca mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan atau kekurangan dalam tips yang saya berikan terima kasih, Salam Lestari.

Jumat, 23 Juni 2017

Perlengkapan Berlibur Sesuai Tempat


Perlengkapan Berlibur Sesuai Tempat

Illustration.com

Memasuki hari libur kebanyakan orang memafaatkan hari libur tersebut dengan berlibur ke suatu tempat menarik, unik maupun indah untuk dikunjungi. Akan tetapi banyak orang tidak tau perlengkapan apa saja yang akan mereka bawa saat berlibur.
Di blog ini saya akan memberikan tips tentang perlengkapan apa saja yang harus anda bawa sesuai dengan kemana anda pergi, sesuai dengan pengalaman saya.
Hal pertama yang anda harus tau bahwa, kemana kah anda ingin pergi? Pergi ke tempat dengan iklim yang berbeda adalah menjadi suatu hal yang harus di perhatikan bagi seseorang yang ingin Travelling.

Jika ingin pergi ke daerah yang dingin pastinya kita memerlukan pakaian yang tebal untuk menghangatkan suhu badan kita, dan berbeda jika kita pergi ke daerah yang panas seperti pantai, kita pastinya memerlukan baju yang lebih tipis dan berwarna cerah agar tidak menyerap sinar matahari ke tubuh kita.





Perlengkapan Travelling ke daerah beriklim dingin:
Pakaian:

1.      Jaket
2.      Baju berbahan tebal
3.      Kaos kaki
4.      Sepatu
5.      Topi Kupluk
6.      Celana panjang

Makanan/Minuman:

1.      Biskuit
2.      Permen
3.      Teh atau Kopi
4.      Mie Instant atau Cup
5.      Air mineral

Perlengkapan lain:

1.      P3K
2.      Obat-obatan dan antimo
3.      Minyak Penghangat
4.      Tissue basah dan Tissue kering
5.      Charger Hp / Power bank
6.      Kamera
7.      Tas / Koper

Keterangan:
Pakaian berbahan tebal memang sangat di perlukan pada saat kita berada di tempat yang dingin, dengan begitu badan kita akan terasa hangat dibanding menggunakan pakaian yang tipis. Menggunakan jaket, baju tebal dan celana panjang merupakan solusi bagi saya untuk menggurangi rasa dingin pada tubuh kita. Saya menyarankan menggunakan Kupluk atau topi hanyalah pelengkap jika diperlukan. Dan penggunaan sepatu yang seharusnya kita gunakan kemana pun itu, karena untuk menjaga keamanan bagi kaki kita.
Saya menyarankan agar membawa makanan/minuman. Hal tersebut bertujuan agar di perjalanan kita dapat mengisi perut kita dengan makanan/minuman untuk menghindari terjadinya mual saat perut kita kosong. Disini saya menyarankan makanan yang instan atau berbentuk cup agar praktis untuk di makan saat perjalanan.
Terakhir obat-obatan dan perlengkapan P3K merupakan hal yang sangat penting untuk kita yang berpergian, jika kita mempunyai penyakit tertentu pada suhu dingin kita pasti sangat memerlukan obat tersebut, maka saya menyarankan agar obat-obatan harus ada saat perjalanan kita.






Perlengkapan Travelling ke daerah beriklim panas:
Pakaian:

1.      Baju berbahan tipis dan bewarna cerah
2.      Sepatu
3.      Sandal
4.      Kacamata
5.      Celana Pendek

Makanan/Minuman:

1.      Biskuit
2.      Permen/Coklat
3.      Mie Instant atau Cup
4.      Minuman dingin
5.      Air mineral

Perlengkapan lain:

1.      P3K
2.      Obat-obatan dan antimo
3.      Sun blok
4.      Perlengkapan mandi
5.      Tissue basah dan Tissue kering
6.      Charger Hp / Power bank
7.      Kamera
8.      Tas backpack

Keterangan:
Saat kita ingin liburan ke tempat bersuhu panas atau ke pantai. Memakai pakaian dengan bahan tipis dan berwarna cerah serta menggunakan celana pendek merupakan salah satu cara kita untuk tetap nyaman tanpa takut kegerahan saat di pantai.  Sandal sangat di perlukan untuk bermain di pasir pantai dibandingkan menggunakan sepatu, dan kacamata membuat kita tetap keren dan agar tidak silau dari cahaya matahari yang mencolok.
Di pantai kita juga perlu sun blok untuk melindungi kulit kita dari sinar ultraviolet matahari. Tidak lupa juga perlengkapan mandi agar sehabis main di pantai kita dapat mandi dengan bersih.

Sekian info singkat tentang perlengkapan berlibur dari saya, bila ada kekurangan atau salah dalam penulisan artikel ini. Mohon maaf, terima kasih semoga bermanfaat...

Politik & Strategi Nasional Dalam Pembangunan Bangsa Indonesia

Politik & Strategi Nasional Dalam Pembangunan Bangsa Indonesia





 







Disusun Oleh:
Menggala Tri putra
(14816378)
1MA09

Universitas Gunadarma
Fakultas Ilmu Komunikasi
1MA09






BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Politik (dari bahasa Yunani: politikos, yang berarti dari, untuk, atau yang berkaitan dengan warga negara), adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.
Kata strategi berasal dari kata “strategia” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “the art of general” atau seni seorang panglima yang biasa digunakan dalam peperangan.Karl Von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa startegi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Arti strategi dalam pengertian umum adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau tercapainya suatu tujuan termasuk politik. Salah satu contoh dari strategi nasional ialah mengadakan sebuah pembangunan berkelanjutan untuk mencapai kesejahteraan rakyat.
Pembangunan nasional Indonesia adalah paradigma Pembangunan yang terbangun atas pengalaman Pancasila yaitu pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya, dengan Pancasila sebagai dasar, tujuan, dan pedomannya. Dari amanat tersebut disadari bahwa pembangunan ekonomi bukan semata-mata proses ekonomi, tetapi suatu penjelmaan pula dari proses perubahan politiksosial, dan budaya yang meliputi bangsa, di dalam kebulatannya.  Pembangunan Nasional merupakan cerminan kehendak terus-menerus meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia secara adil dan merata, serta mengembangkan kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan negara yang maju dan demokratis berdasarkan Pancasila.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang dapat kami paparkan adalah sebagai berikut :
1.      Definisi Politik & Strategi Nasional
2.      Contoh dari Pembangunan Nasional
3.      Tujuan di adakannya Pembangunan Nasional



Tujuan penulisan makalah

1.      Menjelaskan tujuan serta manfaat dari Strategi Nasional Dalam Pembangunan Nasional.
2.      Memberikan wawasan kepada arti penting dari Strategi Nasional serta Pembangunan Nasional.
3.      Memaparkan contoh dari pembangunan nasional






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi Politik & Strategi Nasional
Kata “Politik” secara ilmu etimologis berasal dari bahasa Yunani Politeia, yang asal katanya adalah polis berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri, dan teia berarti urusan . Dalam bahasa Indonesia , politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa . Politik merupakan rangkaian asas, prinsip, keadaaan, jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang kita kehendaki . Politics dan policy mempunyai hubungan yang erat dan timbal balik . Politics memberikan asas, jalan, arah, dan medannya , sedangkan policy memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas, jalan, dan arah tersebut sebaik-baiknya . Dapat disimpulkan bahwa politik adalah bermacam-macam kegiatan yang menyangkut proses penentuan tujuan-tujuan dari sistem negara dan upaya-upaya dalam mewujudkan tujuan itu , pengambilan keputusan (decisionmaking) mengenai seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah ditentukan . Untuk melaksanakan tujuan itu diperlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau alokasi dari sumber-sumber yang ada .
Politik secara umum adalah mengenai proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya . Pelaksanaan tujuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan , pembagian , atau alokasi sumber-sumber yang ada. Dengan begitu , politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara, kekuasaan, pengambilan keputusan , kebijakan umum(policy), dan distribusi kekuasaan .

a. Negara
Negara merupakan suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya.
b. Kekuasaan
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya.
c. Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan adalah aspek utama politik. Jadi, politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum . Keputusan yang diambil menyangkut sector public dari suatu Negara .
d. Kebijakan Umum
Kebijakan ( policy ) merupakan suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok politik dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu . Dasar pemikirannya adalah bahwa masyarakat memiliki beberapa tujuan bersama yang ingin dicapai secara bersama pula , sehingga perlu ada rencana yang mengikat yang dirumuskan dalan kebijakan – kebijakan oleh pihak yang berwenang .
e. Distribusi
Yang dimaksud dengan distribusi ialah pembagian dan pengalokasian nilai – nilai ( values ) dalam masyarakat . Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting .

B.    Contoh-contoh Pembangunan Nasional
1. Contoh Pembangunan Nasional  Aspek Ideologi
Menolak ideologi yg bertentangan dengan ideologi negara Indonesia yaitu pancasila, maka kita tidak boleh goyah dan tetap mempertahankan ideologi kita. Dengan menjaga keutuhan isi dari Pancasila, berupa bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta mampu menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.

2. Contoh Pembangunan Nasional Bidang Politik
Kita tidak boleh menjalankan/bekerja sama dengan negara lain, yang dimana bisa merugikan negara kita. kita harus tetap menjalankan politik bangsa kita bangsa Indonesia yaitu politik bebas aktif yang berdasarkan Pancasila.

3. Contoh Pembangunan Nasional Bidang Ekonomi
Yaitu dengan cara membeli produk dalam negeri, dan meningkatkan produk dalam negeri agar tidak kalah saing dengan produk luar negeri.


4. Contoh Pembangunan Nasional Bidang Sosial Budaya
Yaitu tidak boleh mudah terpengaruh dengan budaya asing yang negatif, misalnya bidaya minum minum-minuman keras.,dll

5. Contoh Pembangunan Nasional Bidang Hankam
Contohnya seperti yang terjadi di Irak, palestina setiap negara harus mempertahankan daerahnya masing-masing dari pihak-pihak yang ingin merebut kebebasan negara tsb.

6. Contoh Pembangunan Nasional Jangka Panjang
Contohnya itu pembangunan bangunan/jalan yang ditargetkan selesai dalam waktu 20 tahun

Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai sebuah negara yang besar, tentu harus memiliki sebuah perencanaan yang matang mengenai pembangunan, agar tujuan dan cita-cita bersama dapat dicapai. Oleh karena itu, disusunlah suatu dokumen berupa rencana jangka panjang yaitu Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP).
  

C.     Tujuan Pembangunan Nasional

 Pengertian Pembangunan Nasional
            Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang terus menerus dilakukan untuk menuju perbaikan disegala bidang kehidupan masyarakat dengan berdasarkan pada seperangkat nilai yang dianut, yang menuntun masyarakat untuk mencapai tingkat kehidupan yang didambakan. Pembangunan disini lebih diarahkan pada pembangunan potensi, inisiatif, daya kreasi, dan kepribadian dari setiap warga masyarakat. Dalam proses ini terjadi transformasi sosial ke arah yang lebih baik. Dengan pembangunan, masyarakat diharapkan semakin mampu mengelola alam bagi peningkatan kesejahteraanya. Namun hal ini tidaklah berarti bahwa pembangunan akhirnya harus mengeksploitasi alam secara semena-mena yang akhirnya hanya menganggu keseimbangan ekosistem dan interaksi manusia dengan alam. Pembangunan menuntut orientasi masa depan bagi kelestarian manusia dan alam.
            Pembangunan nasional adalah suatu rangkaian usaha yang dilakukan secara berkesinambungan dalam semua bidang kehidupan masyarakat, bangsa dan negara untuk menuju suatu keadaan yang lebih baik. Pembangunan nasional dilakukan dalam rangka merealisasikan tujuan nasional seperti yang tertulis dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu melindungi segenap bangsa dan segenap tumpah darah indonesia, meningkatkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
              

 Tujuan Pembangunan Nasional
            Pembangunan nasional yang dilakukan mengarah pada suatu tujuan. Tujuan ini terbagi atas tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek dari pembangunan nasional adalah meningkatkan taraf hidup, kecerdasan, dan kesejahteraan masyarakat yang semakin adil dan merata serta meletakkan landasan yang kuat untuk tahap pembangunan berikutnya. Pembangunan jangka panjang bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata, material dan spiritual berdasarkan pancasila didalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai.
            
 Hakekat Pembangunan Nasional
Pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan meliputi, seluruh kehidupan masyrakat, Bangsa dan Negara untuk melaksanakan tugas, dan tujuan nasional yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, seta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan social.
 
Keseluruhan semangat arah, dan gerak pembangunan dilaksanakan sebagai pengamalan semua sila pancasila secara serasi dan sebagai kesatuan yang utuh, yang meliputi:

            1. Pengamalan sila ketuhanan yang maha esa, yang antara lain mencakup tanggung jawab bersama dari semua golongan beragama dan kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa untuk secara terus menerus dan bersama meletakan landasan spiritual, moral dan etika yang kukuh bagi pembangunan nasional sebagai pengamalan pancasila.

2. Pengamalan sila kemanusiaan yang beradab, ytang antara lain mencakup peningkatan martabat serta hak dan kewajiban asasi warga Negara serta penghapusan penjajahan, kesengsaraan, dan ketidak adilan dari muka bumi.
 
3. Pengamalan sila persatuan Indonesia, yang antara lain mencakup peningkatan pembinaan bangsa di segala bidang kehidupan manusia, masyarakat, bangsa dan Negara, sehingga rasa ketidaksetiakawanan semakin kuat dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan.
4. Pengalaman sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang antara lain mencakup upaya makin menumbuh dan mengembangkan system politik demokrasi pancasila yang mampu memelihara stabilitas nasional yang dinamis, mengembangkan kesadaran dan tanggung jawab politik warga Negara serta mengairahkan rakyat dalam proses politik.

            5. Pengalaman sila keadilan sisial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang antara lain mencakup upaya untuk mengembangkan petumbuhan ekonomi yang cukup tinggi yang dikaitkan dengan pemerataan pembangunan dan hasil menuju kepada tercapainya kemakmuran yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam system ekonomi yang disusun sebagai uasaha bersama berdasarkan atas asaskekeluargaan.

            Berdasarkan pokok pikiran diatas, maka hakekat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya, dengan pancasila sebagai dasar, tujuan dan pedoman pembangunan nasional. 
Pembangunan nasional dilaksanakan merata di seluruh tanah air dan tidak hanya untuk suatu golongan atau sebagaian dari masyarakat, tetapi untuk seluruh masyarakat, serta harus benar-benar dapat dirasakan seluruh rakyat sebagai perbaikan tingkat hidup yang berkeadilan sosial, yang menjadi tujuan dan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia . 
Pembangunan nasional dilaksanakan secara berencana menyeluruh terpadu, terarah, bertahap, dan berlanjut untuk memacu peningkatan kemapuan nasional dalam rangka mewujudkan kehidupan yang sejajar dan sedarat dengan bangsa lain yang lebih maju.






BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan meliputi, seluruh kehidupan masyrakat, Bangsa dan Negara untuk melaksanakan tugas, dan tujuan nasional yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, seta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan social.
Politik dan Strategi Nasional dalam Pembangunan Nasional merupakan cara yang tepat dilakukan oleh pemerintah untuk membangun bangsa. Dengan di iringi berbagai cara pembangunan nasional bertujuan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia menjadikan bangsa Indonesia semakin maju dan tumbuh menjadi Negara yang mandiri dan makmur kedepannya.


DAFTAR PUSTAKA



Kamis, 15 Juni 2017

Ketahanan Nasional Dalam Koridor Persatuan Dan Kesatuan Nasional Indonesia

Ketahanan Nasional Dalam Koridor Persatuan Dan Kesatuan Nasional Indonesia

 
  


Disusun Oleh:

Menggala Tri putra

(14816378)
1MA09

Universitas Gunadarma
Fakultas Ilmu Komunikasi
1MA09


KATA PENGANTAR :



AssalamualaikumWr.Wb
Puji syukur kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayahnya kepada kita sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Adapun makalah yang kami buat ini berjudul “Ketahanan Nasional Dalam Koridor Persatuan Dan Kesatuan Nasional Indonesia”.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata Saya berharap semoga makalah ilmiah ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca. Kurang lebih atau ada kesalahan dalam penulisan makalah ini saya mohon maaf.





                                                                                                            Jakarta, 15 Juni 2017



                                                                                                                     (Penyusun)








BAB I
PENDAHULUAN


1.1            Latar Belakang

Kata ketahanan nasional telah sering kita dengar disurat kabar atau sumber-sumber lainnya.
Untuk mengetahui ketahanan nasional, sebelumnya kita sudah tau arti dari wawasan nusantara. Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamik yang dimiliki suatu bangsa, yang didalamnya terkandung keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional.

Kekuatan ini diperlukan untuk mengatasi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang langsung atau tidak langsung akan membahayakan kesatuan, keberadaan, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Bisa jadi ancaman-ancaman tersebut dari dalam ataupun dari luar.
Ketahanan nasional Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yangmeliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi , berisi keuletan danketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional,dalam menggapai dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dangangguan baik yang dating dari luar dan dari dalam untuk menjamin identitas,integrasi, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mencapai tujuannasional.
Konsepsi ketahanan nasional adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasionalmelalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yangseimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan terpadu berlandaskan UUD 1945 dan wawasan nusantara dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah, dan jasmaniah. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasional terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.



1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas,maka rumusan masalah yang dapat kami paparkan adalah sebagai berikut :
1.      Apa yang dimaksud Ketahanan Nasional?
2.      Perkembangan Ketahanan Nasional!
3.      Asas dan Sifat dari Ketahanan Nasional!
4.      Apa penyebab timbulnya Ketahanan Nasional?
5.      Apa tujuan dan fungsi dari ketahanan Nasional?

1.3Tujuan penulisan makalah

1.      Menambah wawasan tentang arti penting dari Ketahanan Nasional.
2.      Menjadikan insan muda yang memiliki rasa cinta tanah air dan persatuan Negara.
3.      Menjelaskan tujuan serta fungsi dari ketahanan nasional.















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Ketahanan Nasional

A.     Definisi Ketahanan Nasional
Merupakan suatu kondisi yang dinamis atau bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan untuk mengembangkan kekeuatan nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun dari luar dan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang serasi dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh.
Untuk mengetahui ketahanan nasional, sebelumnya kita sudah tau arti dari wawasan nusantara. Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamik yang dimiliki suatu bangsa, yang didalamnya terkandung keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional.
Kekuatan ini diperlukan untuk mengatasi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang langsung atau tidak langsung akan membahayakan kesatuan, keberadaan, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Bisa jadi ancaman-ancaman tersebut dari dalam ataupun dari luar.

B.      Perkembangan Ketahanan Nasional
Ketahanan Nasional baru dikenal sejak permulaan tahun 60 an. Pada saat itu istilah itu belum diberi devenisi tertentu. Disamping itu belum pula disusun konsepsi yang lengkap menyeluruh tentang ketahanan nasional. Istilah ketahanan nasional pada waktu itu dipakai dalam rangka pembahasan masalah pembinaan ter itorial atau masalah pertahanan keamanan pada umumnya.
Walaupun banyak instansi maupun perorangan pada waktu itu menggunakan istilah ketahanan nasional, namun lembaga yang secara serius dan terus-menerus mempelajari dan membahas masalah ketahanan nasional adalah lembaga pertahanan nasional atau lemhanas. Sejak Lemhanas didirikan pada tahun 1965, maka masalah ketahanan nasional selalu memperoleh perhatian yang besar.

Perbedaan Ketahanan Nasional yang Nampak:
a. Perumusan 1972 bersifat universal, dalam arti bahwa rumusan tersebut dapat diterapkan dinegara-negara lain, terutama di Negara-negara yang sedang berkembang.
b. Tidak lagi diusahakan adanya suatu devenisi, sebagai gantinya dirumuskan apa yang dimaksud kan dengan istilah ketahanan nasional.
c. Jika dahulu ketahanan nasional di identikkan dengan keuletan dan daya tahan , maka ketahanan nasional merupakan suatu kondisi dinamis yang berisikan keuletan dan ketangguhan, yang berarti bahwa kondisi itu dapat berubah.
d. Secara lengkap dicantumkan tantangan, ancaman , hambatan, serta ganguan.
e. Kelangsungan hidup lebih diperinci menjadi integritas, identitas, dan kelangsungan hidup.

C.      Asas Dan Sifat Ketahanan Nasional
Asas ketahanan nasional adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasil, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Asas-asas tersebut adalah sebagai berikut.
1)      Asas kesejahtraan dan keamanan
 Asas ini merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan wajib dipenuhi bagi individu maupun masyarakat atau kelompok. Didalam kehidupan nasional berbangsa dan bernegara, unsur kesejahteraan dan keamanan ini biasanya menjadi tolak ukur bagi mantap/tidaknya ketahanan nasional.
2)       Asas komprehensif/menyeluruh terpadu
Artinya, ketahanan nasional mencakup seluruh aspek kehidupan. Aspek-aspek tersebut berkaitan dalam bentuk persatuan dan perpaduan secara selaras, serasi, dan seimbang.
3)      Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar
Bertujuan menumbuhkan sifat dan kondisi kehidupan nasional berdasarkan nilai-nilai kemandirian dan dalam rangka meningkatkan kualitas kemandirian bangsa.
4)      Asas kekeluargaan
Asas ini bersikap keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal hidup dengan asas kekeluargaan ini diakui adanya perbedaan, dan kenyataan real ini dikembangkan secara serasi dalam kehidupan kemitraan dan dijaga dari konflik yang bersifat merusak/destruktif.
Sifat-sifat dari Ketahanan Nasional meliputi:
1.      Mandiri
Maksudnya adalah percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dan tidak mudah menyerah. Sifat ini merupakan prasyarat untuk menjalin suatu kerjasama. Kerjasama perlu dilandasi oleh sifat kemandirian, bukan semata-mata tergantung oleh pihak lain.
2.      Dinamis
Artinya tidak tetap, naik turun tergantung situasi dan kondisi bangsa dan negara serta lingkungan strategisnya. Dinamika ini selalu diorientasikan kemasa depan dan diarahkan pada kondisi yang lebih baik.
3.      Wibawa
Keberhasilan pembinaan ketahanan nasional yang berlanjut dan berkesinambungan tetap dalam rangka meningkatkan kekuatan dan kemampuan bangsa. Dengan ini diharapkan agar bangsa Indonesia mempunyai harga diri dan diperhatikan oleh bangsa lain sesuai dengan kualitas yang melekat padanya. Atas dasar pemikiran diatas, maka berlaku logika, semakin tinggi tingkat ketahanan nasional, maka akan semakin tinggi wibawa negara dan pemerintah sebagai penyelenggara kehidupan nasional.
4.      Konsultasi dan kerjasama
Hal ini dimaksudkan adanya saling menghargai dengan mengandalkan pada moral dan kepribadian bangsa. Hubungan kedua belah pihak perlu diselenggarakan secara komunikatif sehingga ada keterbukaan dalam melihat kondisi masing-masing didalam rangka hubungan ini diharapkan tidak ada usaha mengutamakan konfrontasi serta tidak ada hasrat mengandalkan kekuasaan dan kekuatan.

D.     Penyebab Adanya Ketahanan Nasional
Perkembangan teknologi informasi menjadi salah satu sebab semakin cepatnya perubahan pada masyarakat suatu bangsa. Contoh ketahanan nasional adalah tentang semangat dan motivasi warga negara untuk melindungi berbagai hal yang berbau kepntingan nasional, kita juga marah – marah ketika tetangga mengklim beberapa karya budaya nasional sebagai milik mereka namun kita menghadapi fakta bahwa pada beberapa aspek lain ketahanan nasional ketahanan nasional ketika generasi muda masa kini terus - menerus di lumpuhkan oleh narkoba. Jangan sekali – kali menyalahkan orang luar karena sekelompok orang dalam masyarakat kita yang menjadi pemeran utama dalam proses penghancuran masa depan generasi muda kita masa kini.
Manusia dikatakan mahluk sempurna karena memiliki naluri, kemampuan berpikir, akal, dan ketrampilan, senantiasa berjuang mempertahankan eksistensi, pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya, berupaya memenuhi baik materil maupun spiritual. Oleh karena itu manusia berbudaya akan selalu mengadakan hubungan-hubungan dengan: Agama, Idiologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Seni/Budaya, IPTEK, dan Hankam.
E.      Tujuan dan Fungsi Ketahanan Nasional

Srijanti, dkk (2009) menjelaskan tujuan, fungsi, dan sifat dari ketahanan nasional sebagai berikut:
a) Tujuan Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional diperlukan dalam menunjang keberhasilan tugas pokok pemerintahan, seperti tegaknya hukum dan ketertiban, terwujudnya kesejahteran dan kemakmuran, terselenggaranya pertahanan dan keamanan, terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial, serta terdapatnya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasi diri.
b) Fungsi Ketahanan Nasional

Ketahanan nasional mempunyai fungsi sebagai:
(1). Daya tangkal, dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan, ketahanan nasional Indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan terhadap identitas, integritas, eksistensi bangsa, dan negara Indonesia dalam aspek: ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.
(2). Pengarah bagi pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan sehingga tercapai kesejahteraan rakyat.
(3). Pengarah dalam menyatukan pola pikir, pola tindak, dan cara kerja intersektor, antarsektor, dan multidisipliner. Cara kerja ini selanjutnya diterjemahkan dalam RJP yang dibuat oleh pemerintah yang memuat kebijakan dan strategi pembangunan dalam setiap sektor untuk mencapai tujuan nasional mewujudkan masyarakat adil dan makmur.







BAB III
PENUTUP
1.1Kesimpulan
Ketahanan nasional adalah kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan,serta gangguan baik yang datang dari dalam maupun dari luar yang secara langsung ataupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas serta kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Jadi suatu ketahanan nasional sangat mempengaruhi sebuah Negara, semakin kuat ketahanan Negara tersebut semakin kuat juga rasa persatuan. Seperti Negara kita ini Indonesia di kenal dengan keberagamannya namun dengan keberagaman tersebut membuat timbul rasa persatuan dalam benak diri setiap masyarakat Indonesia.


DAFTAR PUSTAKA


http://eidelwis96.blogspot.co.id/2016/02/makalah-pkn-perkembangan-ketahanan.html