Pendidikan
Kewarganegaraan (PKn)
“Peran Pemuda Dalam Pembangunan
Kelautan (Maritim) di Indonesia”
Nama :
Menggala Tri Putra
(14816378)
Universitas Gunadarma
Fakultas Ilmu Komunikasi
1MA09
KATA
PENGANTAR :
Assalamualaikum Wr.Wb.
Puji syukur kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayahnya kepada ilahi sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Adapun makalah yang saya buat ini berjudul “Peran Pemuda Dalam Pembangunan Kelautan (Maritim) di Indonesia”.
Terlepas dari semua itu, Saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata Saya berharap semoga makalah ilmiah tentang “Peran Pemuda Dalam Pembangunan Kelautan (Maritim) di Indonesia” ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Puji syukur kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayahnya kepada ilahi sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Adapun makalah yang saya buat ini berjudul “Peran Pemuda Dalam Pembangunan Kelautan (Maritim) di Indonesia”.
Terlepas dari semua itu, Saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata Saya berharap semoga makalah ilmiah tentang “Peran Pemuda Dalam Pembangunan Kelautan (Maritim) di Indonesia” ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Jakarta, 15 Maret 2017.
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR..........................................................................................1
DAFTAR ISI........................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................3
1.1
Latar
Belakang...................................................................................3
1.2
Rumusan
Masalah.............................................................................3
1.3
Tujuan
Penulisan...............................................................................3
BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................4
2.1
Pembangunan
Maritim di Indonesia...............................................4
2.2 Peran Pemuda
dalam Pembangunan Kelautan Maritim di Indonesia..............................................................................................5
2.3
Manfaat dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan
yang didapat bagi Para Mahasiswa.................................................................................6
BAB Iii PENUTUP..............................................................................................8
3.1
KESIMPULAN..................................................................................8
DAFTAR
PUSTAKA..........................................................................................8
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Sebagai
negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi
poros Maritim Dunia. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang
diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri
perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan
maritim.
Penegakkan
kedaulatan wilayah laut NKRI, revitalisasi sektor-sektor ekonomi kelautan,
penguatan dan pengembangan konektivitas maritim, rehabilitasi kerusakan
lingkungan dan konservasi biodiversity, serta peningkatan kualitas dan
kuantitas SDM kelautan, merupakan program-program utama dalam pemerintahan
Presiden Jokowi guna mewujudkan Indonesia sebagai proros Maritim Dunia. Dalam
pembangunan kelautan maritim di Indonesia juga ada beberapa kebijakan dan juga
dalam memberdayakan masyarakat pesisir.
1.2
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka
rumusan masalah yang dapat Saya paparkan adalah sebagai berikut :
1.
Pembangunan
Maritim di Indonesia.
2.
Peran
pemuda bagi Pembangunan Kelautan Maritim di Indonesia.
3.
Kebijakan
Pemerintah yang dianggap merugikan bagi Pembangunan Kelautan Maritim di
Indonesia.
1.3
Tujuan
Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk memberikan wawasan
tentang peran pemuda bagi pembangunan
kelautan (maritim) di Indonesia, terhadap kehidupan kita sehari-hari, dan untuk
membangun serta menumbuhkan rasa kesadaran akan perdulinya sistem negara
terutama pada sektor maritim.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pembangunan Maritim di Indonesia
Pembangunan
identik dengan bagaimana suatu negara menggunakan kapasitas sumber dayanya
secara optimal dalam berproduksi, atau paling tidak dalam menyediakan iklim
yang kondusif bagi kegiatan-kegiatan ekonomi yang produktif. Produksi sektor
kelautan secara kuantitatif barang kali tidak mengalami masalah walaupun kerap
ada kesenjangan antara potensi dan realisasi. Namun, apabila ditelaah lebih
seksama pada isu penuntutan manfaat, maka sektor kelautan kelihatan mengalami
gangguan terutama pada tataran bagaimana dan siapa yang berproduksi. Hal ini
sedikitnya dapat menjelaskan kenyataan tentang ketimpangan sosial ekonomi
antara penduduk di wilayah daratan dengan kepulauan, atau secara makro mengapa
kontribusi sektor kelautan masih kurang signifikan dibandingkan dengan
sektor-sektor lain dalam pembentukan PDB.
Dalam skala yang lebih luas, isu peruntukan manfaat ini juga berkaitan dengan faktor-faktor lain seperti daya saing domestik dan kapasitas sumber daya
manusia (SDM) bidang kelautan yang rendah.
Kalau harus membuat perbandingan,
maka barangkali Indonesia boleh
jadi
salah satu dari sedikit negara di dunia yang sangat beruntung, karena warisan kekayaan alamnya yang berlimpah ruah, di darat maupun di laut. Kita juga patut bersyukur berkat warisan perjuangan para diplomat ulung Indonesia,
maka konsepsi negara kepulauan
Indonesia diakui secara luas di dunia internasional melalui Konvensi Hukum LautInternasional (UNCLOS).
Deklarasi
UNCLOS III yang mengukuhkan eksistensi Indonesia sebagai Negara Kepulauan patut
di syukuri karena hal tersebut secara substansial berdampak pada semakin
luasnya klaim wilayah laut uang dimiliki oleh Indonesia. Saat ini Indonesia
memiliki liuas laut sebesar 5,8 juta km2 yang terdiri dari Laut
Territorial dengan luas 0.8 juta km2, Laut Nusantara seluas 2,3 juta
km2, dan Zona Ekonomi Eksklusif seluas 2.7 juta km2.
Disamping itu, indonesia memiliki pulau sebanyak kurang lebih 17.480 pulau dan
garis pantai sepanjang 95.181km. dengan keunggulan sebagai negara kepulauan,
wajar sekali jika pembangunan ekonomi yang diharapkan dapat bertumpu pada
sektor kelautan.
2.2 Peran Pemuda dalam Pembangunan Kelautan
Maritim di Indonesia
Dalam
pembangunan maritim kedepan pemuda merupakan ujung tombak yang seharusnya mampu
dioptimalkan potensinya. Pembangunan Maritim tentunya sangat erat dengan
sejarah sumpah pemuda yang terjadi. Para Pemuda menyadari betul perannya untuk
dapat mempersatukan Indonesia sebagai sebuah bangsa, dengan menyatukan
perbedaan daerah, warna kulit dan bahasa menjadi salah satu alasan kuat untuk
dapat menjadi pemersatu.Sebagai pemuda sudah selayaknya kita mengambil peran kita dalam
kehidupan berbangsa. Kita harus bisa menjalankan tugas dan kewajiban sebagai
generasi penerus bangsa yaitu
mampu melakukan perubahan.Sebagai tulang punggung perekonomian yang memikul
tanggung jawab demi memajukan bangsa pemuda harus bisa melanjutkan dan mengisi
perananya untuk pembangunan dan perbaikan bangsa termasuk dalam bidang ekonomi.
dengan menggali kembali eksistensi dalam cita-cita kemandirian bangsa dibidang
perekonomian.
Yang pertama adalah meningkatkan
produktivitas dan kualitas dalam proses industri, tanpa adanya peningkatan tersebut kita
tidak akan mampu besaing karena kenyataanya masyarakat kita lebih percaya pada
produk luar, dengann alasan harga yang lebih rendah. Sebuah kalimat ‘kemandirian” akan
terealisasikan jika sebagai penggerak pembangunan pemudanya mampu meciptakan
konsep kreatifitas dan daya saing guna memenuhi kebutuhan bangsanya sendiri,
baik dalam kebutuhan sandang, pangan maupun papan.
Yang kedua adalah membiasakan
untuk menjadi something maker yang selalu muncul dengan
gebrakan-gebrakan kreatifitasnya sehingga kita sebagai pemuda tidak hanya
menjadi something taker,
muncul ini ikutan ini, muncul itu ikutan itu. Harus kita akui arus globalisasi yang berkembang dewasa ini meyebabkan kaburnya batasan
antar negara. Tak terkecuali dalam bidang ekonomi. Akses keluar masuk antar negara sudah
tidak dapat dibendung. Proses
kegiatan ekonomi yang meliputi produsi ,konsumsi
dan distribusi sudah tidak mengenal batas Negara. Perdagangan barang jasa
maupun modal sudah sangat terbuka bagi pasar-pasar asing,
sehingga kesempatan untuk bersaing semakin terbukalebar.
Kita bisa dengan bebas keluar masuk pasar internasional, dan justru keadaan
inilah yang menjadi kelemahan kita, karena pada kenyataanya barang dan jasa
yang kita hasilkan belum mampu bersaing dengan pasar dunia.
Yang ketiga adalah mewujudkan kemandirian dan kemajuan
bangsa yang perlu didukung oleh kemampuan mengembangkan potensi diri dan konsep
yang terarah. Konsep kemandirian itu sendiri
bisa diartikan sebagai upaya pemenuhan dan pengerjaan segala sesuatu untuk diri
sendiri dengan kekuatan dan kemamuan sendiri, sebisa mungkin tidak bergantung
pada orang lain sesuai dengan semangat berdikari (berdiri diatas kaki
sendiri) sesuai dengan yang dicita-citakan oleh Bung Karno. Tidak mudah memang, apalagi melihat
realita pemuda saat ini yang selalu bersikap apatis, yang menurut mereka tanpa
perubahanpun semuanya akan baik-baik saja, tentu, karena meraka sudah terbiasa hidup
enak.
Pemuda
Indonesia yang saat ini adalah merupakan sebuah potensi besar yang dimiliki
oleh Indonesia. Dengan jumlah 66.5% usia 14-16 tahun, kemudian di iriskan
dengan potensi kemaritiman Indonesia sebesar USD 1,2 triliun pertahun, dengan
kemampuan penyerapan angkatan kerja sebesar jumlah itu bisa menyediakan
lapangan kerja sebesar jumlah itu bisa menyediakan lapangan kerja untuk 40 juta
orang, data dari Prof Rokhmin pada tahun 2014. Hal tersebut tentunya menjadi
sebuah potensi yang sangat besar jika mampu dimaksimalkan.
Dengan
menempatkan pemuda sebagai subjek dalam pengembangan potensi kemaritiman
merupakan sebuah gagasan yang perlu dipertimbangkan. Maka diharapkan bagi Para
Pemuda agar dapat menjaga dan melestarikan kelautan yang ada di Indonesia,
dengan cara memanfaatkan sumber daya alam terutama laut dengan sebaik mungkin.
2.3 Kebijakan Pemerintah yang dianggap
merugikan bagi Pembangunan Kelautan Maritim di Indonesia.
Kebijakan pembangunan kelautan, selama
ini, cendrung lebih mengarah kepada kebijakan “produktivitas” dengan
memaksimalkan hasil eksploitasi sumber daya laut tanpa ada kebijakan memadai
yang mengendalikannya. Akibat dari kebijakan tersebut telah mengakibatkan
beberapa kecendrungan yang tidak menguntungkan dalam aspek kehidupan,seperti:
a) Aspek Ekologi: overfishing penggunaan sarana dan prasarana penangkapan ikan telah cendrung merusak ekologi laut dan pantai (trawl, bom, potas, pukat harimau, dll) akibatnya menyempitnya wilayah dan sumber daya tangkapan, sehingga sering menimbulkan konflik secara terbuka baik bersifat vertikal dan horisontal (antara sesama nelayan, nelayan dengan masyarakat sekitar dan antara nelayan dengan pemerintah).
b) Aspek Sosial Ekonomi: akibat kesenjangan penggunaan teknologi antara pengusaha besar dan nelayan tradisional telah menimbulkan kesenjangan dan kemiskinan bagi nelayan tradisional. Akibat dari kesenjangan tersebut menyebabkan sebagian besar nelayan tradisional mengubah profesinya menjadi buruh nelayan pada pengusaha perikanan besar.
c) Aspek Sosio Kultural, dengan adanya kesenjangan dan kemiskinan tersebut menyebabkan ketergantungan antara masyarakat nelayan kecil/ tradisional terhadap pemodal besar/modern, antara nelayan dan pedagang, antara pherphery terdapat center, antara masyarakat dengan pemerintah. Hal ini menimbulkan penguatan terhadap adanya komunitas juragan dan buruh nelayan.
Arah modernisasi di sektor perikanan yang dilakukan selama ini, hanya memberi keuntungan kepada sekelompok kecil yang punya kemampuan ekonomi dan politis, sehingga diperlukan alternatif paradigma dan strategis pembangunan yang holistik dan terintegrasi serta dapat menjaga keseimbangan antara kegiatan produksi, pengelolahan dan distribusi.
Dengan
demikian kelautan sebagai arus utama dalam pembangunan Negara Maritim, maka
pendekatan kebijakan yang dilakukan harus dilaksanakan secara terpadu antar
sektor ekonomi dalam lingkup bidang kelautan maupun sektor ekonomi berbasis
daratan bagi kemakmuran bangsa dan negara Indonesia.
BAB Iii
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Kelautan adalah tumpuan masa
depan Indonesia yang harus dikembangkan secara lestari dan mampu
mensejahterakan segenap komponen bangsa di tanah airnya sendiri serta sebagai
unsur utama dalam membangun Indonesia sebagai Negara
Maritim.
Pembangunan Maritim sangat
memerlukan dorongan dari Para Pemuda untuk memajukan kelautan Indonesia. Tanpa
adanya pemuda mungkin tidak ada yang namanya bangsa Indonesia sampai saat ini,
mulai dari masa dahulu merdeka sampai saat ini para pemuda lah yang sangat
berperan dan dapat menjaga maritim Indonesia. Dan tidak kalah penting peran
pemerintah dalam mengurus pembangunan yang ada, Dengan demikian kelautan
sebagai arus utama dalam pembangunan Negara Maritim. Maka pendekatan kebijakan
yang dilakukan harus dilaksanakan secara terpadu antar sektor ekonomi dalam
lingkup bidang kelautan maupun sektor ekonomi berbasis daratan bagi kemakmuran
bangsa dan negara Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.pemudamaritim.com/2016/10/perspektif-sumpah-pemuda-dalam.html?m=1
Bappenas, pengembangan Ekonomi
Masyarkat di Daerah. Laporan Pilot Project Program Pemberdayaan Ekonomi
Masyarakat Pesisir, 1999.
http://tugasdanbelajar.blogspot.co.id/2012/08/essay.html?m=1
