Kamis, 20 April 2017

Peran Pemuda Dalam Pembangunan Kelautan di Indonesia






Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
Peran Pemuda Dalam Pembangunan Kelautan (Maritim) di Indonesia





Nama :

Menggala Tri Putra
(14816378)


Universitas Gunadarma
Fakultas Ilmu Komunikasi
1MA09








KATA PENGANTAR :


Assalamualaikum Wr.Wb.
Puji syukur kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayahnya kepada ilahi sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Adapun makalah yang saya buat ini berjudul “Peran Pemuda Dalam Pembangunan Kelautan (Maritim) di Indonesia”.

Terlepas dari semua itu, Saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata Saya berharap semoga makalah ilmiah tentang “
Peran Pemuda Dalam Pembangunan Kelautan (Maritim) di Indonesia” ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.






                                                                                                                    Jakarta, 15 Maret 2017.




                                                                                                            Penyusun





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................................1
DAFTAR ISI........................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................3
1.1   Latar Belakang...................................................................................3
1.2   Rumusan Masalah.............................................................................3
1.3   Tujuan Penulisan...............................................................................3
BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................4
2.1   Pembangunan Maritim di Indonesia...............................................4
2.2  Peran Pemuda dalam Pembangunan Kelautan Maritim di Indonesia..............................................................................................5
2.3  Manfaat dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan yang didapat bagi Para  Mahasiswa.................................................................................6
BAB Iii PENUTUP..............................................................................................8
3.1   KESIMPULAN..................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................8




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros Maritim Dunia. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim.
Penegakkan kedaulatan wilayah laut NKRI, revitalisasi sektor-sektor ekonomi kelautan, penguatan dan pengembangan konektivitas maritim, rehabilitasi kerusakan lingkungan dan konservasi biodiversity, serta peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kelautan, merupakan program-program utama dalam pemerintahan Presiden Jokowi guna mewujudkan Indonesia sebagai proros Maritim Dunia. Dalam pembangunan kelautan maritim di Indonesia juga ada beberapa kebijakan dan juga dalam memberdayakan masyarakat pesisir.


1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang dapat Saya paparkan adalah sebagai berikut :
1.      Pembangunan Maritim di Indonesia.
2.      Peran pemuda bagi Pembangunan Kelautan Maritim di Indonesia.
3.      Kebijakan Pemerintah yang dianggap merugikan bagi Pembangunan Kelautan Maritim di Indonesia.


1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk memberikan wawasan tentang  peran pemuda bagi pembangunan kelautan (maritim) di Indonesia, terhadap kehidupan kita sehari-hari, dan untuk membangun serta menumbuhkan rasa kesadaran akan perdulinya sistem negara terutama pada sektor maritim.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pembangunan Maritim di Indonesia
Pembangunan identik dengan bagaimana suatu negara menggunakan kapasitas sumber dayanya secara optimal dalam berproduksi, atau paling tidak dalam menyediakan iklim yang kondusif bagi kegiatan-kegiatan ekonomi yang produktif. Produksi sektor kelautan secara kuantitatif barang kali tidak mengalami masalah walaupun kerap ada kesenjangan antara potensi dan realisasi. Namun, apabila ditelaah lebih seksama pada isu penuntutan manfaat, maka sektor kelautan kelihatan mengalami gangguan terutama pada tataran bagaimana dan siapa yang berproduksi. Hal ini sedikitnya dapat menjelaskan kenyataan tentang ketimpangan sosial ekonomi antara penduduk di wilayah daratan dengan kepulauan, atau secara makro mengapa kontribusi sektor kelautan masih kurang signifikan dibandingkan dengan sektor-sektor lain dalam pembentukan PDB.
Dalam skala yang lebih luas, isu peruntukan manfaat ini juga berkaitan dengan faktor-faktor lain seperti daya saing domestik dan kapasitas sumber  daya  manusia (SDM) bidang kelautan yang rendah. Kalau harus membuat  perbandingan,  maka barangkali Indonesia boleh  jadi salah satu dari sedikit negara di dunia yang sangat beruntung, karena warisan kekayaan alamnya yang berlimpah ruah, di darat maupun di laut. Kita juga patut bersyukur berkat warisan perjuangan para diplomat ulung Indonesia,  maka konsepsi negara kepulauan Indonesia diakui secara luas di dunia internasional melalui Konvensi Hukum LautInternasional (UNCLOS).
Deklarasi UNCLOS III yang mengukuhkan eksistensi Indonesia sebagai Negara Kepulauan patut di syukuri karena hal tersebut secara substansial berdampak pada semakin luasnya klaim wilayah laut uang dimiliki oleh Indonesia. Saat ini Indonesia memiliki liuas laut sebesar 5,8 juta km2 yang terdiri dari Laut Territorial dengan luas 0.8 juta km2, Laut Nusantara seluas 2,3 juta km2, dan Zona Ekonomi Eksklusif seluas 2.7 juta km2. Disamping itu, indonesia memiliki pulau sebanyak kurang lebih 17.480 pulau dan garis pantai sepanjang 95.181km. dengan keunggulan sebagai negara kepulauan, wajar sekali jika pembangunan ekonomi yang diharapkan dapat bertumpu pada sektor kelautan.




2.2  Peran Pemuda dalam Pembangunan Kelautan Maritim di Indonesia

Dalam pembangunan maritim kedepan pemuda merupakan ujung tombak yang seharusnya mampu dioptimalkan potensinya. Pembangunan Maritim tentunya sangat erat dengan sejarah sumpah pemuda yang terjadi. Para Pemuda menyadari betul perannya untuk dapat mempersatukan Indonesia sebagai sebuah bangsa, dengan menyatukan perbedaan daerah, warna kulit dan bahasa menjadi salah satu alasan kuat untuk dapat menjadi pemersatu.Sebagai pemuda sudah selayaknya kita mengambil peran kita dalam kehidupan berbangsa. Kita harus bisa menjalankan tugas dan kewajiban sebagai generasi penerus bangsa  yaitu mampu melakukan perubahan.Sebagai tulang punggung perekonomian yang memikul tanggung jawab demi memajukan bangsa pemuda harus bisa melanjutkan dan mengisi perananya untuk pembangunan dan perbaikan bangsa termasuk dalam bidang ekonomi. dengan menggali kembali eksistensi dalam cita-cita kemandirian bangsa dibidang perekonomian.
Yang pertama adalah  meningkatkan produktivitas dan kualitas dalam proses industri, tanpa adanya peningkatan tersebut kita tidak akan mampu besaing karena kenyataanya masyarakat kita lebih percaya pada produk luar, dengann alasan harga yang lebih rendah. Sebuah kalimat ‘kemandirian” akan terealisasikan jika sebagai penggerak pembangunan pemudanya mampu meciptakan konsep kreatifitas dan daya saing guna memenuhi kebutuhan bangsanya sendiri, baik dalam kebutuhan sandang, pangan maupun papan.
Yang kedua adalah  membiasakan untuk menjadi something maker yang selalu muncul dengan gebrakan-gebrakan kreatifitasnya sehingga kita sebagai pemuda tidak hanya menjadi something taker, muncul ini ikutan ini, muncul itu ikutan itu. Harus kita akui arus globalisasi yang berkembang dewasa ini meyebabkan kaburnya batasan antar negara. Tak  terkecuali dalam bidang ekonomi. Akses keluar masuk antar negara sudah tidak dapat dibendung. Proses kegiatan ekonomi yang meliputi produsi ,konsumsi dan distribusi sudah tidak mengenal batas Negara. Perdagangan barang jasa maupun modal sudah sangat  terbuka bagi pasar-pasar asing, sehingga kesempatan untuk bersaing semakin terbukalebar. Kita bisa dengan bebas keluar masuk pasar internasional, dan justru keadaan inilah yang menjadi kelemahan kita, karena pada kenyataanya barang dan jasa yang kita hasilkan belum mampu bersaing dengan  pasar dunia.
Yang ketiga adalah mewujudkan kemandirian dan kemajuan bangsa yang perlu didukung oleh kemampuan mengembangkan potensi diri dan konsep yang terarah. Konsep kemandirian itu  sendiri bisa diartikan sebagai upaya pemenuhan dan pengerjaan segala sesuatu untuk diri sendiri dengan kekuatan dan kemamuan sendiri, sebisa mungkin tidak bergantung pada orang lain sesuai dengan semangat berdikari (berdiri diatas kaki sendiri) sesuai dengan yang dicita-citakan oleh Bung Karno. Tidak mudah memang, apalagi melihat realita pemuda saat ini yang selalu bersikap apatis, yang menurut mereka tanpa perubahanpun semuanya akan baik-baik saja, tentu, karena  meraka sudah terbiasa hidup enak.
Pemuda Indonesia yang saat ini adalah merupakan sebuah potensi besar yang dimiliki oleh Indonesia. Dengan jumlah 66.5% usia 14-16 tahun, kemudian di iriskan dengan potensi kemaritiman Indonesia sebesar USD 1,2 triliun pertahun, dengan kemampuan penyerapan angkatan kerja sebesar jumlah itu bisa menyediakan lapangan kerja sebesar jumlah itu bisa menyediakan lapangan kerja untuk 40 juta orang, data dari Prof Rokhmin pada tahun 2014. Hal tersebut tentunya menjadi sebuah potensi yang sangat besar jika mampu dimaksimalkan.
Dengan menempatkan pemuda sebagai subjek dalam pengembangan potensi kemaritiman merupakan sebuah gagasan yang perlu dipertimbangkan. Maka diharapkan bagi Para Pemuda agar dapat menjaga dan melestarikan kelautan yang ada di Indonesia, dengan cara memanfaatkan sumber daya alam terutama laut dengan sebaik mungkin.



2.3  Kebijakan Pemerintah yang dianggap merugikan bagi Pembangunan Kelautan Maritim di Indonesia.
Kebijakan pembangunan kelautan, selama ini, cendrung lebih mengarah kepada kebijakan “produktivitas” dengan memaksimalkan hasil eksploitasi sumber daya laut tanpa ada kebijakan memadai yang mengendalikannya. Akibat dari kebijakan tersebut telah mengakibatkan beberapa kecendrungan yang tidak menguntungkan dalam aspek kehidupan,seperti:


a)   Aspek Ekologi: overfishing penggunaan sarana dan prasarana penangkapan ikan telah cendrung merusak ekologi laut dan pantai (trawl, bom, potas, pukat harimau, dll) akibatnya menyempitnya wilayah dan sumber daya tangkapan, sehingga sering menimbulkan konflik secara terbuka baik bersifat vertikal dan horisontal (antara sesama nelayan,  nelayan dengan masyarakat sekitar dan antara nelayan dengan pemerintah).

b)   Aspek Sosial Ekonomi: akibat kesenjangan penggunaan teknologi antara pengusaha besar dan nelayan tradisional telah menimbulkan kesenjangan dan kemiskinan bagi nelayan tradisional.  Akibat dari kesenjangan tersebut menyebabkan sebagian besar nelayan tradisional mengubah profesinya menjadi buruh nelayan pada
pengusaha perikanan besar.

c)    Aspek Sosio Kultural, dengan adanya kesenjangan dan kemiskinan tersebut menyebabkan ketergantungan antara masyarakat nelayan kecil/ tradisional terhadap pemodal besar/modern, antara nelayan dan pedagang, antara pherphery terdapat center, antara masyarakat dengan pemerintah.  Hal ini menimbulkan penguatan terhadap adanya komunitas juragan dan buruh nelayan.

Arah modernisasi di sektor perikanan yang dilakukan selama ini, hanya memberi keuntungan kepada sekelompok kecil yang punya kemampuan ekonomi dan politis, sehingga diperlukan alternatif paradigma dan strategis pembangunan yang holistik dan terintegrasi serta dapat menjaga keseimbangan antara kegiatan produksi, pengelolahan dan distribusi.
Dengan demikian kelautan sebagai arus utama dalam pembangunan Negara Maritim, maka pendekatan kebijakan yang dilakukan harus dilaksanakan secara terpadu antar sektor ekonomi dalam lingkup bidang kelautan maupun sektor ekonomi berbasis daratan bagi kemakmuran bangsa dan negara Indonesia.




BAB Iii
PENUTUP

      3.1    KESIMPULAN
Kelautan adalah tumpuan masa depan Indonesia yang harus dikembangkan secara lestari dan mampu mensejahterakan segenap komponen bangsa di tanah airnya sendiri serta sebagai unsur utama dalam membangun Indonesia sebagai Negara Maritim.
Pembangunan Maritim sangat memerlukan dorongan dari Para Pemuda untuk memajukan kelautan Indonesia. Tanpa adanya pemuda mungkin tidak ada yang namanya bangsa Indonesia sampai saat ini, mulai dari masa dahulu merdeka sampai saat ini para pemuda lah yang sangat berperan dan dapat menjaga maritim Indonesia. Dan tidak kalah penting peran pemerintah dalam mengurus pembangunan yang ada, Dengan demikian kelautan sebagai arus utama dalam pembangunan Negara Maritim. Maka pendekatan kebijakan yang dilakukan harus dilaksanakan secara terpadu antar sektor ekonomi dalam lingkup bidang kelautan maupun sektor ekonomi berbasis daratan bagi kemakmuran bangsa dan negara Indonesia.




DAFTAR PUSTAKA
http://www.pemudamaritim.com/2016/10/perspektif-sumpah-pemuda-dalam.html?m=1
Bappenas, pengembangan Ekonomi Masyarkat di Daerah. Laporan Pilot Project Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir, 1999.

http://tugasdanbelajar.blogspot.co.id/2012/08/essay.html?m=1